Tradisi Penuh Teladan dan Haru
Tradisi Penuh Teladan dan Haru
Diterbitkan Pada :
Rab, 1 Oktober 2025
Diterbitkan Oleh :
humasmanpur

Purwakarta – Suasana penuh haru dan kebersamaan menyelimuti Lapangan MAN Purwakarta ketika keluarga besar madrasah melaksanakan kegiatan musafahah sebagai bentuk penghormatan dalam acara pelepasan guru yang memasuki masa purna tugas dan yang mendapat amanah pindah tugas Rabu, 1 Oktober 2025. Tradisi ini menjadi bukti nyata bagaimana MAN Purwakarta menjunjung tinggi nilai silaturahmi, penghargaan, dan rasa hormat kepada para pendidik yang telah menorehkan bakti terbaiknya bagi madrasah dan generasi penerus bangsa.

Dengan penuh khidmat, para guru, staf, dan siswa berbaris rapi untuk bersalaman, menyampaikan doa, serta ungkapan terima kasih secara langsung. Air mata bercampur senyum mewarnai setiap jabat tangan, menghadirkan momen yang tak sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kasih sayang dan rasa kekeluargaan yang begitu kuat. Tradisi musafahah ini menjadi teladan luhur, menanamkan nilai penghormatan dan penghargaan kepada sosok yang telah berjuang dengan sepenuh hati dalam dunia pendidikan.

Kepala MAN Purwakarta, H. Wahyudin, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa perpisahan bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru pengabdian. “Guru adalah cahaya yang tak pernah padam. Meski berpindah tempat dan memasuki masa purna, jejak keteladanan dan ilmu yang telah ditanamkan akan selalu hidup di hati para murid dan menjadi amal jariyah yang tiada putus,” tuturnya penuh haru. Ucapan ini disambut tepuk tangan dan linangan air mata seluruh hadirin.

Bagi siswa, momen ini menjadi pelajaran berharga tentang makna penghormatan dan cinta kepada guru. Mereka belajar bahwa perpisahan tidak pernah menghapus ikatan batin antara murid dan pendidik. Justru dari perpisahan inilah tumbuh rasa syukur, doa, dan tekad untuk terus menghidupkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan. Dengan berjabat tangan, para siswa seakan mengikrarkan janji untuk menjaga ilmu dan teladan yang mereka terima.

Tradisi musafahah ini bukan hanya seremoni rutin, melainkan cerminan budaya madrasah yang sarat makna. MAN Purwakarta kembali menunjukkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak, rasa hormat, dan kasih sayang. Melalui momen pelepasan guru ini, tersirat pesan indah bahwa guru adalah cahaya peradaban, dan madrasah adalah rumah penuh cinta yang akan selalu mengiringi perjalanan mereka ke mana pun langkah pengabdian membawa. (SGR)

Artikel, Berita, Umum

Berita Lainnya

Pesilat Muda MAN Purwakarta Raih Prestasi
Rab, 5 November 2025 | 12:02 am
Laboratorium Demokrasi yang Menghidupkan Asa Siswa MAN Purwakarta Purwakarta
Rab, 1 Oktober 2025 | 2:11 am
Mengukir Kenangan, Menebar Inspirasi
Sel, 30 September 2025 | 5:37 am
Empat Kunci Kesuksesan Hidup
Sen, 29 September 2025 | 4:22 am

Bagikan Berita

Tradisi Penuh Teladan dan Haru

Purwakarta – Suasana penuh haru dan kebersamaan menyelimuti Lapangan MAN Purwakarta ketika keluarga besar madrasah...

Berhasil Diperbarui!

Ups..!! Ada kesalahan.